FOKUSMETRO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan sosialisasi program kerja inti mereka berupa inovasi larvasida alami yang terbuat dari kulit dan rambut jagung (Zea Mays L.) sebagai strategi pengendalian vektor malaria untuk mencegah stunting. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tapadaa, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, dan dihadiri oleh pemerintah desa, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.
Program ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah endemis malaria. Penggunaan bahan alami seperti kulit dan rambut jagung dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di lingkungan sekitar serta potensinya sebagai agen larvasida ramah lingkungan. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak dari bagian jagung ini memiliki kemampuan menghambat perkembangan larva nyamuk Anopheles, vektor utama penyakit malaria.
Dosen Pembimbing Lapangan, [Maryadi, S.Kep., Ns., M.Kep], menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan angka kejadian malaria, tetapi juga sebagai upaya pencegahan stunting. “Malaria kronik yang terjadi berulang pada anak-anak bisa berdampak buruk terhadap status gizi dan tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, pengendalian vektor menjadi salah satu strategi preventif yang kami dorong,” ujarnya dalam sesi penyuluhan.
Masyarakat Desa Tapadaa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Selain mendapatkan edukasi tentang siklus hidup nyamuk dan cara kerja larvasida alami, peserta juga diajak melakukan praktik langsung pembuatan larutan larvasida dari bahan jagung yang tersedia di rumah tangga.
Kepala Desa Tapadaa [Risden Pakaya] dalam sambutannya menyambut baik program inovatif ini dan berharap dapat terus dikembangkan serta didampingi oleh pihak kampus dan instansi kesehatan. “Kami sangat mengapresiasi ide kreatif dari adik-adik mahasiswa. Harapannya, ini bisa menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian penyakit berbasis lingkungan. Diharapkan, inovasi larvasida alami ini dapat menjadi alternatif efektif yang dapat diterapkan secara luas di wilayah serupa.