Viral Video RSUD Toto Kabila, Forum Gerakan Aliansi Kesehatan Minta Publik Objektif

FOKUSMETRO.COM – Viralnya sebuah video singkat berdurasi sekitar 30 detik yang menampilkan kondisi nurse station di RSUD Toto Kabila dalam keadaan kosong telah memicu gelombang opini dan penilaian sepihak di ruang publik. Video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan membentuk persepsi seolah-olah pelayanan kesehatan di rumah sakit milik daerah ini lumpuh dan diabaikan, tanpa disertai penjelasan utuh mengenai konteks kejadian yang sebenarnya.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Forum Gerakan Aliansi Kesehatan, Majid Mustaki, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dilihat secara emosional apalagi digiring oleh kepentingan tertentu, melainkan harus ditelaah secara objektif, profesional, dan berbasis fakta lapangan. Menurutnya, potongan video tanpa konteks tidak dapat dijadikan dasar untuk menghakimi seluruh sistem pelayanan kesehatan.

“Jika kita sungguh-sungguh ingin memperbaiki pelayanan kesehatan, maka yang dibutuhkan adalah sikap objektif dan kepala dingin. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk membangun narasi pesanan, menjatuhkan citra rumah sakit, atau menjadikan tenaga kesehatan sebagai kambing hitam,” tegas Majid Mustaki.

Ia menilai, kritik publik merupakan bagian penting dalam pengawasan layanan kesehatan, namun kritik tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berlandaskan fakta, bukan melalui penggiringan opini yang berpotensi menyesatkan. Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi justru membuka ruang bagi kepentingan tertentu yang tidak berorientasi pada perbaikan, melainkan pada kegaduhan.

Majid juga menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan bukan semata-mata tanggung jawab tenaga medis di lapangan. Pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan, manajemen rumah sakit sebagai pengelola sistem, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki peran yang sama penting dalam memastikan layanan berjalan optimal.

“Kalau ada kekurangan, perbaiki dengan evaluasi yang jujur, terbuka, dan akuntabel. Jangan dibesar-besarkan dengan narasi yang tendensius. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan publik yang serius, bukan alat untuk kepentingan sesaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa membiarkan isu pelayanan kesehatan dipolitisasi atau dimanfaatkan oleh pihak tertentu hanya akan merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis, namun adil dan objektif dalam menyikapi setiap informasi yang beredar.

Majid Mustaki menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Forum Gerakan Aliansi Kesehatan akan terus mendorong perbaikan layanan kesehatan secara konstruktif, namun menolak keras segala bentuk eksploitasi isu yang tidak berorientasi pada solusi dan kepentingan masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *