FOKUSMETRO.COM – Unit Pencegahan SGW Gorontalo menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Ngopi Rasa Ngaji: Silaturahmi Tanpa Batas” sebagai upaya memperkuat sinergi masyarakat dalam mencegah penyebaran paham IRET di wilayah Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat nilai keagamaan ini menghadirkan AKP M. Atmal Fauzi, S.H. sebagai penceramah utama. Dalam penyampaiannya, AKP Atmal Fauzi menekankan pentingnya pendekatan dialogis, keagamaan, dan kebudayaan dalam menangkal masuknya paham-paham menyimpang yang dapat merusak persatuan dan harmoni sosial.
“Pencegahan paham IRET tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dibarengi dengan penguatan pemahaman keagamaan yang moderat, silaturahmi, serta kebersamaan lintas komunitas,” ujar AKP Atmal Fauzi di hadapan para peserta.
FGD ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban dan unsur keamanan. Di antaranya Ustad Ahmad Al Ahroryi, Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Jawa Gorontalo, Ketua Paguyuban Eko Makaryo, Ketua Paguyuban FOR Jatim, Wakil Ketua Paguyuban Kerukunan Perantau Jawa Tengah, personel Subdit IV Kamneg Dit Intel, serta Ketua Paguyuban Pengajian Tombo Ati.
Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjadi ruang dialog terbuka, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap potensi penyebaran paham IRET di tengah masyarakat.
Melalui forum “Ngopi Rasa Ngaji” ini, Unit Pencegahan SGW Gorontalo berharap terbangun komitmen bersama antara aparat keamanan, tokoh agama, dan elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah, memperkuat nilai kebangsaan, serta menanamkan pemahaman keagamaan yang damai dan inklusif.






