Pengembangan Olahraga Pariwisata Arung Jeram Sungai Bone sebagai Destinasi Sport Tourism di Provinsi Gorontalo
Penulis : Mohammad Juliyanto S. Datau., S.Pd
(Mahasiswa Magister Pendidikan Kepelatihan Olahraga)
I. Pendahuluan
Olahraga pariwisata berbasis petualangan (adventure sport tourism) merupakan salah satu sektor pariwisata yang memiliki daya tarik tinggi dan pertumbuhan signifikan. Arung jeram (rafting) menjadi salah satu cabang olahraga pariwisata yang menggabungkan tantangan alam, keselamatan, dan pengalaman wisata. Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga ini melalui Sungai Bone, yang memiliki karakter arus dan jeram yang bervariasi serta lanskap alam yang masih alami. Meski telah dimanfaatkan secara terbatas oleh komunitas arung jeram dan pecinta alam, potensi ini belum dikembangkan secara optimal sebagai event olahraga pariwisata unggulan daerah.
II. Tujuan Pengembangan
Pengembangan olahraga pariwisata arung jeram Sungai Bone bertujuan untuk:
1. Mengoptimalkan potensi alam Sungai Bone sebagai destinasi sport tourism.
2. Meningkatkan kunjungan wisatawan minat khusus ke Provinsi Gorontalo.
3. Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar sungai.
4. Membangun citra Gorontalo sebagai destinasi wisata petualangan nasional.
5. Mengembangkan olahraga arung jeram secara profesional dan berkelanjutan.
III. Analisis SWOT
a. Strengths (Kekuatan)
• Karakter Sungai Bone memiliki jeram kelas II–IV yang ideal untuk arung jeram.
• Lingkungan alam masih asri dan alami.
• Dukungan komunitas olahraga dan pecinta alam lokal.
• Akses relatif dekat dari pusat kota Gorontalo.
b. Weaknesses (Kelemahan)
• Infrastruktur pendukung belum memadai.
• Standar keselamatan dan SDM pemandu masih terbatas.
• Promosi wisata arung jeram masih minim.
• Belum ada event arung jeram berskala nasional yang rutin.
c. Opportunities (Peluang)
• Tren wisata petualangan dan minat khusus terus meningkat.
• Potensi kerja sama dengan federasi arung jeram dan komunitas nasional.
• Dukungan kebijakan pengembangan sport tourism dari pemerintah pusat.
• Peluang pengembangan desa wisata dan UMKM sekitar sungai.
d. Threats (Ancaman)
• Risiko keselamatan jika pengelolaan tidak profesional.
• Kerusakan lingkungan sungai akibat aktivitas tidak terkontrol.
• Persaingan dengan destinasi arung jeram lain di Indonesia.
• Faktor cuaca dan kondisi alam yang tidak menentu.
IV. Strategi Pengembangan Berdasarkan Analisis SWOT
• Strategi SO: Mengembangkan event arung jeram nasional dengan memanfaatkan kondisi alam Sungai Bone dan tren wisata petualangan.
• Strategi WO: Meningkatkan kapasitas SDM, fasilitas, dan standar keselamatan melalui kerja sama lintas sektor.
• Strategi ST: Menyusun SOP keselamatan dan konservasi lingkungan untuk meminimalkan risiko dan dampak ekologis.
• Strategi WT: Membentuk manajemen event profesional dan berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan daya saing destinasi.
V. Rancangan Konsep Kegiatan
Event dikemas dalam bentuk “Gorontalo Rafting Festival” dengan konsep olahraga pariwisata berkelanjutan, meliputi:
• Lomba arung jeram tingkat nasional
• Wisata arung jeram untuk umum dan pemula
• Pelatihan dan sertifikasi pemandu lokal
• Edukasi keselamatan dan konservasi sungai
• Pameran UMKM dan produk lokal
• Atraksi budaya daerah sebagai pendukung event
VI. Dampak yang Diharapkan
Pengembangan event arung jeram ini diharapkan memberikan dampak:
• Peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal
• Pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal
• Terbukanya lapangan kerja di sektor pariwisata
• Promosi destinasi Gorontalo secara nasional
• Pelestarian lingkungan sungai melalui wisata berkelanjutan
VII. Penutup
Pengembangan olahraga pariwisata arung jeram Sungai Bone merupakan langkah strategis dalam memaksimalkan potensi alam Gorontalo. Dengan perencanaan matang, pengelolaan profesional, serta sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, arung jeram Sungai Bone berpeluang menjadi ikon sport tourism yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional.



