FPG Kritik BPJN Gorontalo Diduga kerja amburadul, Jangan Hanya menggugurkan Kewajiban Serta kejar Target Tapi Abaikan keselamatan dan Kualitas

FOKUSMETRO.COM – Forum Pemuda Gorontalo melayangkan kritik keras kepada Balai Jalan Nasional Provinsi Gorontalo terkait pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan yang dinilai harus lebih mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP), keselamatan kerja, dan kualitas hasil pembangunan, bukan semata mengejar target penyelesaian.

Koordinator Forum Pemuda Gorontalo, Jasmin (Zasmin) Dalanggo, menegaskan bahwa proyek peningkatan jalan yang saat ini tengah berlangsung merupakan buah dari perjuangan panjang masyarakat selama bertahun-tahun. Jalan tersebut sebelumnya dikenal luas dengan sebutan “wisata 1.000 lubang” akibat kerusakan parah yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.

“Perjuangan ini tidak singkat. Ada masyarakat yang berjuang lewat aksi jalanan, kritik terbuka, bahkan sampai menanam kepala di tengah jalan sambil membawa papan narasi kritik. Ada juga yang berjuang melalui jalur parlemen,” ujar Jasmin

Jasmin yang merupakan putra asli daerah Mootilango, Boliyohuto Cs, menyampaikan bahwa seluruh elemen turut ambil bagian dalam memperjuangkan perbaikan jalan tersebut. Mulai dari DPRD Provinsi Gorontalo hingga DPRD Kabupaten, khususnya wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Boliyohuto Cs, yang secara konsisten mendorong agar ruas jalan Mootilango–Talumopatu–Sidomukti dapat diperbaiki secara menyeluruh.

Menurutnya, perbaikan jalan ini sangat penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian, yang selama ini terhambat akibat kondisi infrastruktur yang rusak parah.

Sebagai putra daerah, Jasmin menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mengawasi langsung pelaksanaan pekerjaan hingga selesai. Ia berharap hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi nasional, sebagaimana yang tertera dalam papan proyek bahwa pekerjaan ditargetkan rampung pada tahun ini.

Namun demikian, Forum Pemuda Gorontalo mencatat sejumlah temuan serius di lapangan. Jasmin menduga pelaksanaan pekerjaan belum sepenuhnya mematuhi SOP, khususnya terkait aspek keselamatan kerja. Ia menemukan adanya pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), serta alat berat yang diparkir di bahu jalan tanpa pengamanan dan rambu yang memadai.

“Kondisi ini sangat berbahaya. Bahkan terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan luka berat bagi pengguna jalan akibat kelalaian dalam pengamanan proyek,” tegasnya.

Ia menilai situasi tersebut menjadi “luka di balik perjuangan panjang masyarakat” yang selama ini menanti perbaikan jalan dengan harapan besar. Menurutnya, keselamatan masyarakat dan pekerja tidak boleh dikorbankan dengan alasan apapun.

Oleh karena itu, Jasmin Dalanggo mendesak Balai Jalan Nasional Provinsi Gorontalo agar lebih serius menerapkan SOP pekerjaan di lapangan. Ia mengingatkan agar pelaksana proyek tidak hanya berorientasi pada target waktu yang berakhir di bulan Desember, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, keselamatan pengguna jalan, dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis nasional.

“Jalan ini diperjuangkan puluhan tahun. Jangan sampai hasil akhirnya justru mengecewakan masyarakat karena mengejar target tapi mengabaikan SOP, keselamatan, dan kualitas,” pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *