FOKUSMETRO.COM – Dosen Universitas Pohuwato kembali harus menelan pahit akibat keterlambatan pembayaran gaji yang sudah berlangsung hampir tujuh bulan. Pertemuan yang digelar pada Senin, 25 Agustus 2025, tidak juga menghasilkan solusi konkret.
“Pertemuan tanggal 25 kemarin itu tidak membuahkan hasil, justru hanya menambah beban kerja dosen. Kami malah dikejar untuk menambah jumlah mahasiswa, padahal sudah hampir tujuh bulan gaji yang menjadi hak kami belum dibayarkan,” ungkap salah satu dosen yang enggan disebutkan namanya.
Mirisnya, persoalan keterlambatan gaji ini bukanlah hal baru. Kasus serupa sudah berulang kali terjadi dan menjadi “episode” berkepanjangan di lingkungan Universitas Pohuwato.
“Persoalan gaji ini bukan kali pertama. Kemarin sempat terungkap ke publik dan pihak kampus memang membayar, tapi hanya dua bulan saja, tidak penuh. Sekarang sudah hampir tujuh bulan lagi kami harus menelan janji-janji manis dari pimpinan yayasan,” sambungnya.
Para dosen mengaku sudah berulang kali mendapat janji pelunasan gaji, namun tidak pernah terealisasi. Bahkan, mereka sempat diminta untuk mendorong para calon wisudawan segera melunasi administrasi dengan janji gaji akan dibayarkan setelah wisuda. Namun, hingga prosesi wisuda selesai, janji itu tak kunjung ditepati.
“Awalnya dijanjikan gaji akan dibayar setelah wisuda, dan kami pun dikebut untuk memastikan mahasiswa melunasi administrasi. Tapi nyatanya, sampai wisuda selesai, tidak ada itikad baik dari pihak yayasan,” tambahnya dengan nada kecewa.
Para dosen berharap, pihak yayasan segera mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan ini. Mereka menegaskan, kewajiban sebagai pendidik sudah dijalankan, sehingga hak mereka pun harus dipenuhi.
“Kami hanya meminta keadilan. Jangan sampai situasinya terbalik: hak kami tidak dipenuhi, sementara kewajiban tetap dituntut. Kami berharap yayasan benar-benar mencari solusi, bukan hanya janji,” pungkasnya penuh harap.