FOKUSMETRO.COM – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Gorontalo menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 pada Sabtu, 27 Desember 2025. Agenda lima tahunan yang menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat wilayah ini dipusatkan di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo.
Muswil IV JSIT Indonesia Wilayah Gorontalo mengusung tema “Membangun Kolaborasi, Meningkatkan Inovasi, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Gorontalo Maju dan Sejahtera”. Tema tersebut menegaskan komitmen JSIT dalam memperkuat sinergi dan inovasi pendidikan Islam terpadu agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Gorontalo, Anggota DPD RI Komite III Bidang Pendidikan H. Jasin U. Dilo, A.Md., serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Bagian Pendidikan Madrasah.
Ketua JSIT Indonesia Wilayah Gorontalo, Herlis Setiawan Karim, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Muswil merupakan momentum strategis bagi konsolidasi organisasi.
“Pelaksanaan Muswil menjadi momen penyegaran kepengurusan agar roda organisasi tetap berjalan secara solid, profesional, amanah, dan responsif terhadap dinamika zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Dapil Gorontalo, H. Jasin U. Dilo, A.Md., menyampaikan komitmennya untuk terus berkolaborasi dan mendukung JSIT Indonesia, khususnya dalam lingkup tugasnya di Komite III yang membidangi pendidikan. Ia menilai keberadaan Sekolah Islam Terpadu memiliki peran strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Hal senada disampaikan Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Gorontalo, Yaser Arafat Dama, yang mewakili Gubernur Gorontalo sekaligus membuka Muswil secara resmi. Ia menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Islam Terpadu sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yakni pengembangan sumber daya manusia sebagai jalan mewujudkan visi Gorontalo Maju dan Sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Ketua II Pembinaan Karakter JSIT Indonesia, Masud, M.Pd., menekankan konsistensi JSIT dalam menjalankan amanah pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“JSIT senantiasa menjaga niat awal dalam amanah pendidikan. Komitmen terhadap nilai inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membentuk generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan,” tegasnya.
Selain agenda persidangan formal, Muswil IV juga dirangkaikan dengan kelas materi bagi pengurus yayasan Sekolah Islam Terpadu, serta kelas pengembangan kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang lebih solid, inovatif, dan adaptif, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kecakapan digital peserta didik.
Pembukaan Muswil berlangsung khidmat dengan penampilan seni dari TKIT Al-Kautsar dan MTsT Al Ishlah. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian sidang komisi dan sidang pleno untuk membahas laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, merumuskan arah kebijakan strategis organisasi, serta menentukan kepemimpinan JSIT Indonesia Wilayah Gorontalo untuk masa bakti berikutnya melalui musyawarah mufakat.
Tercatat sebanyak 112 peserta mengikuti Muswil IV ini, yang mewakili 10 yayasan dan 22 unit sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA yang tergabung dalam JSIT Indonesia Wilayah Gorontalo.






