Bentengi Generasi Muda, Satgaswil Gorontalo Sosialisasi Bahaya Paham IRET di SMPN 13

FOKUSMETRO.COM – Unit Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo terus mengintensifkan upaya mitigasi penyebaran paham radikalisme di lingkungan pendidikan. Kali ini, sosialisasi wawasan kebangsaan dan penguatan ideologi Pancasila digelar di SMP Negeri 13 Kota Gorontalo, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari guru serta siswa-siswi. Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman terkait bahaya paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) yang kian mengintai generasi muda, terutama melalui media sosial dan ruang digital.

Perwakilan Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo menegaskan bahwa sekolah merupakan benteng pertahanan pertama dalam menyaring arus informasi yang masuk ke peserta didik. Menurutnya, paham IRET kerap disusupkan melalui narasi halus dan manipulatif, sehingga sulit dikenali oleh pelajar yang masih berada dalam fase pencarian jati diri.

“Kami ingin siswa-siswi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya imun ideologis yang kuat. Mengenali ciri-ciri paham IRET adalah langkah awal untuk menolak segala bentuk ajakan yang memecah belah persatuan,” ujar perwakilan Satgaswil.

Meski mengangkat isu serius, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diajak memahami pentingnya nilai toleransi, moderasi beragama, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Kepala SMPN 13 Kota Gorontalo menilai sosialisasi ini sangat krusial di tengah tantangan era digital, di mana peserta didik sangat rentan terpapar konten negatif yang berpotensi mengarah pada radikalisme.

Poin Utama Sosialisasi:

  • Deteksi Dini: Mengenali ciri-ciri penyebaran paham intoleran dan radikal.
  • Literasi Digital: Meningkatkan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi.
  • Wawasan Kebangsaan: Menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi agen perubahan dan duta perdamaian yang menyebarkan semangat nasionalisme serta toleransi, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun pergaulan sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *