FOKUSMETRO.COM – Aliansi Rakyat Anti Dominasi Oligarki (RADO) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT Merdeka Copper Gold. Ini merupakan aksi keempat yang digelar aliansi sebagai bentuk protes terhadap keberadaan perusahaan tambang tersebut di Pohuwato.
Aksi yang diikuti ratusan massa ini sempat memanas. Ketegangan terjadi antara perwakilan perusahaan dan massa aksi hingga nyaris berujung adu jotos. Situasi makin memicu emosi setelah seorang oknum aparat Brimob yang berjaga mengeluarkan kata-kata kasar kepada massa aksi.
Dalam aksinya, RADO membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:
1. Mendesak Merdeka Copper Gold segera memberikan ganti rugi atas lahan masyarakat yang diklaim masuk ke wilayah konsesi perusahaan.
2. Menuntut perusahaan tidak bersikap arogan terhadap para penambang rakyat.
3. Mendesak perusahaan memperjelas pembagian saham 49/51% yang dikaitkan dengan KUD Darma Tani.
4. Menuntut Merdeka Copper Gold angkat kaki dari Pohuwato apabila hanya membawa penderitaan bagi rakyat.
Jenderal Lapangan aksi, Mahmudin Mahmud, menegaskan bahwa Aliansi RADO akan terus melaksanakan aksi konsisten dengan jumlah massa yang semakin besar hingga seluruh aspirasi mereka dipenuhi.
“Kami tidak akan berhenti. Selama rakyat Pohuwato menderita akibat perusahaan, kami akan terus turun ke jalan,” tegas Mahmudin.