Satgaswil Gorontalo Densus 88 AT Temui Bupati Boalemo, Bahas Pembatasan Penggunaan HP di Sekolah

Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) melaksanakan pertemuan dengan Bupati Boalemo dalam rangka membahas pengajuan surat edaran terkait pembatasan penggunaan handphone (HP) di lingkungan sekolah.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana serius namun konstruktif, dengan fokus utama pada upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme serta pengaruh negatif konten digital di kalangan pelajar. Satgaswil Densus 88 AT menilai bahwa penggunaan HP yang tidak terkontrol di sekolah berpotensi membuka akses terhadap informasi yang tidak sesuai, termasuk paham intoleran dan radikal.


Dalam penyampaiannya, perwakilan Satgaswil Gorontalo menegaskan pentingnya langkah preventif melalui regulasi daerah berupa surat edaran yang mengatur penggunaan HP oleh siswa selama jam belajar. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital peserta didik.

Bupati Boalemo menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti usulan yang diajukan. Ia menilai bahwa perlindungan terhadap generasi muda dari dampak negatif teknologi merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua.

“Pada prinsipnya, kami mendukung langkah-langkah yang bertujuan menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, khususnya yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi di lingkungan pendidikan,” ujar Bupati.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, dalam mengimplementasikan kebijakan yang akan disusun nantinya. Pendekatan edukatif dinilai tetap menjadi prioritas agar pembatasan penggunaan HP tidak hanya bersifat larangan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang penggunaan teknologi secara bijak.

Satgaswil Gorontalo berharap melalui langkah ini, sekolah dapat menjadi ruang yang lebih aman dan fokus dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *