Semangat kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh mahasiswa KKD XXIX melalui kegiatan penanaman pohon penghijauan di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026 ini menjadi salah satu program unggulan yang tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan desa, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian alam serta mencegah potensi kerusakan lingkungan di masa depan.
Kegiatan penanaman tersebut dilaksanakan di lahan tanah BUMDes Desa Bulalo. Pemanfaatan tanah BUMDes ini dinilai strategis karena selain mendukung program penghijauan, juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa di masa mendatang.
Sejak pagi hari, mahasiswa bersama aparat desa dan masyarakat setempat bahu-membahu menanam berbagai jenis pohon di area tersebut. Adapun pohon yang ditanam meliputi pohon mahoni, jambu air, dan alpukat. Pemilihan jenis pohon ini tidak hanya mempertimbangkan aspek penghijauan dan keteduhan, tetapi juga nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Pohon mahoni diharapkan menjadi peneduh sekaligus pelindung lingkungan, sementara jambu air dan alpukat berpotensi menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan bahkan dikelola sebagai sumber pendapatan desa.
Kepala Desa Bulalo, Yusman Gusasi, S.IP, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKD XXIX.
“Program seperti ini sangat kami harapkan. Penanaman pohon di tanah BUMDes bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang dan juga potensi ekonomi desa. Kami atas nama pemerintah desa dan masyarakat Desa Bulalo mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah peduli terhadap lingkungan kami,” ujar Yusman Gusasi, S.IP.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan penghijauan ini sejalan dengan komitmen pemerintah desa dalam menjaga ekosistem dan mengoptimalkan aset desa agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, aparat desa menyampaikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa menjadi contoh sinergi positif dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Mereka berharap gerakan penghijauan ini dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Koordinator Desa (Kordes) KKD XXIX, Mulyadi Basole, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan berkelanjutan di Desa Bulalo. Penanaman pohon mahoni, jambu air, dan alpukat di tanah BUMDes ini bukan sekadar program kerja, tetapi bentuk tanggung jawab moral kami sebagai mahasiswa untuk turut menjaga lingkungan sekaligus mendorong potensi desa,” ungkap Mulyadi Basole.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus penguatan aset desa di Desa Bulalo. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, mahasiswa KKD XXIX telah menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama demi masa depan desa yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera.







